Langsung ke konten utama

Menangkap Hidup

Saya ini senang sekali mengamati orang-orang di sekitar saya dan kadang malah sempat berpikir apa sih yang orang-orang pikirkan jika saya berada diantara mereka. Itu saya.
Sering seperti itu. 

Dan, saya ini sedang mencoba meluruskan niat saya dalam hidup. Saya ingin, benar-benar melakukan segala sesuatu karena niat yang tulus. Jika saya bekerja berarti karena saya menyukai pekerjaan tersebut, dan berharap bisa membantu banyak orang, bukan karena mengejar uang. Saya tidak bilang saya tidak butuh uang, tentu saya butuh. Tapi bukan itu hal utama yang saya cari.

Disamping itu, saya juga sedang mencari jati diri saya. Dari mana saya berasal dan mau jadi apa nanti nya serta kemana saya akan dikembalikan?
Saya benar-benar sedang mengalami proses pendewasaan. 
Bismillah.
Semoga Allah meridhoi setiap langkah yang saya jalani.


Tuesday, 23.37.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagian Terbaik

Jika ada seseorang datang menyapamu, mengenalimu, bahkan mencoba memasuki kehidupanmu atau lebih dari sekedar itu semua, cobalah cari bagian terbaik itu.  Jika belum juga kau temukan, coba kau lihat bagian mana yang bisa kau dapati bagian terbaik. Bisa jadi bagian terbaik itu adalah dari niat yang tulus meskipun dirimu tak pernah menyadari akan hal itu. Bisa jadi pula karena perjuangannya yang patut kau puji. Atau karena kesabaran luar biasa yang seharusnya bisa kau teladani, dan hal-hal kecil lainnya. Pernah ndak, kalian bertemu seseorang? Siapapun.  Baik itu saudara, teman-teman, bahkan orang asing sekalipun yang mencoba datang dan membuat hidupmu menjadi lebih berarti? Aku pernah. . . . Dari mereka semua, aku banyak belajar. 1. Dari mereka semua, aku belajar menghargai makna kesetiaan. 2. Dari mereka semua, aku belajar akan utuhnya menjaga perasaan. 3. Dari mereka semua pula, aku belajar banyak akan kehilangan. Bahkan, sampai...

PBL RSIJ Pondok Kopi (1)

Seneng rasanya, bisa nyempetin buat nulis lagi setelah beberapa bulan nggak sempet nulis ini itu, boro-boro banget. Apalagi main kan ya. Nggak deh, nggak ada waktu juga hehehe. Oke, kali ini gue akan sedikit berbagi pengalaman atau sharing tentang PBL di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Tapi sebelumnya gue mau cerita dulu kenapa bisa ditempatkan di RS ini. Jadi sebelum gue PBL di RS tersebut, gue emang sempet ditempatkan terlebih dahulu oleh dosen di RS PMI Bogor. Awal gue tahu ditempatkan di Bogor, seneng banget gitu. Soalnya Bogor ini ngasih banyak kenangan tersendiri bagi diri gue hahaha gayak banget. Bogor juga tempat kota kelahiran gue. Jadi selain kepengen banget ditempatin untuk PBL disana, gue juga rindu Bogor. Tapi takdir berkehendak lain. Gue nggak bisa PBL di RS PMI Bogor karena pada saat itu lagi ngelaksanain part time di Perusahaan Internasional Al-Qur'an. Jadi waktunya bentrok dan mengharuskan gue tes kesehatan di RS PMI Bogor, tapi apaboleh buat...

(Part-1) Jepara-Demak Iku Cedak :)

Beberapa minggu lalu, aku dan keluarga pulang ke kampung halaman. Bersyukur sekali, kami bisa pulang kesana. Senang tiada tara. Pertama, kami ke Jepara. Lalu disusul ke Demak. Di Jepara, mbah kami atau biasa disebut 'Mae' 'Pae' sebenarnya sudah meninggal. Namun, prinsip kami tetap mengusahakan untuk menyambung tali silatuhrahmi. (ciaaaaat) (gayak bener) 😅 Eh, serius kok tapi emang bener hehehe. Kata mamah,  "Kalau kita ada rezeki, kenapa enggak bersilatuhrahmi? " Kata-kata itu sih, yang bikin aku ngena. Karena aku pun percaya, Allah sudah adil dalam memberikan rezeki kepada setiap hamba-Nya. Iya, kan? :) Betul. Apa betul? Sesampainya di Jepara, kami tinggal sementara di rumah tante. Disana anak-anak kecilnya banyak. Aku biasa memanggilnya dengan sebutan 'Si krucil'. Aku main dengan si krucil-krucil ini hampir setiap hari. Sampai permintaannya tuh nggak pernah berhenti deh, tapi entah kenapa hal ini yang justru membuatku senang dan r...