Langsung ke konten utama

(Part-2) Jepara-Demak Iku Cedak :)


Karena waktu itu bersambung ceritanya, sekarang aku mau lanjut cerita libur lebaranku bersama keluarga saat di Demak.

Kami sekeluarga pergi ke Demak, tepatnya ke Mbrahan sewaktu sore. Jadi sesampainya di Mbrahan kurang lebih maghrib.
Soale, Jepara - Demak iku cedak :)

Kami melewati sawah yang luaaaaaaaas banget. Terus emang perjalanannya sepi, karena waktu itu menjelang maghrib. Sebenarnya aku agak merinding gitu, sih huehehe. Tapi, seru!
Liat sawah dikala senja rasanya tuh beda.
Kaya ada adem-ademnya gitu ~
(asik) 😎

Melewati sawah

Pas sampai di Mbrahan, aku langsung disambut Bu'e atau (Mamahnya Papah). Bu'e langsung meluk gitu ke tubuhku, erat sambil pasang muka bahagia.

"Ya Allah gusti, ndooook....akhir'e kue mule. Bu'e sueeeneeng ndok". Ujar Bu'e.

"Njeeeh, Bu'e. Alhamdulillah masih iso ketemu karo Bu'e..."  Jawabku.

Ah! Aku jadi sedih kalau gini tuh, suka terharu anaknya :")

Nah, udh gitu kami semua salam-salaman sama Bu'e. Kebetulan juga disana ada saudaraku yang rumahnya dekat dengan rumahku di Cileungsi.
Jadi, makin rame! Yey! Alhamdulillah :)

Disana kami bercerita seperti biasanya aja, berbincang mengenai kabar dan cerita keseharian. Senang sekali rasanya!
Ohya, Pa'e udh gaada. Tapi Bu'e nggak sendirian kok disana, ada om Yanto yang selalu nemenin Bu'e.

Disana kebetulan ada krucil-krucil. Memang ya, sepertinya liburanku nggak jauh-jauh dari si krucil hahaha. Aku main dengan si krucil ini bersama saudara ku yang lain. Seru!

Terus, kami liat bebek.
Bebek di rumah Bu'e tuh banyak. Rasa-rasanya aku pingin colong tuh bebeknya 1 buat dipelihara di rumah hahaha tapi sayang nggak diizinin papah untuk pelihara, jadi ya cuma bisa liat banyak bebeknya di rumah Bu'e aja hehe.

Bebek-bebek di Mbrahan

Ini ku tunjukin foto bebeknya. Karena kebetulan Bu'e ini panen bebek. Ada 10 kurang lebih, nggak sebanyak tahun lalu sih. Soalnya udah banyak yang mati hiks.

Disana kami banyak melihat sawah dan pemandangan yang indah.
Senang. Senang sekali.
Kalau suasana di Jawa tuh adem, tentram, nyaman, damai di hati (cielah)

Hari demi hari dilewati bersama. 
Rasa kekeluargaan begitu erat dan membuat diriku semakin bersyukur, bahwa selama ini aku masih dikelilingi orang orang baik yang saling menyayangi, menghormati, menghargai satu sama lainnya diantara keluarga. 

Meskipun keluarga lain pun begitu, tapi aku sangat bersyukur mempunyai keluarga besar dengan ciri khas tersendiri.

Terima kasih, Allah :)

With love,
Meisyarani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PBL RSIJ Pondok Kopi (1)

Seneng rasanya, bisa nyempetin buat nulis lagi setelah beberapa bulan nggak sempet nulis ini itu, boro-boro banget. Apalagi main kan ya. Nggak deh, nggak ada waktu juga hehehe. Oke, kali ini gue akan sedikit berbagi pengalaman atau sharing tentang PBL di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Tapi sebelumnya gue mau cerita dulu kenapa bisa ditempatkan di RS ini. Jadi sebelum gue PBL di RS tersebut, gue emang sempet ditempatkan terlebih dahulu oleh dosen di RS PMI Bogor. Awal gue tahu ditempatkan di Bogor, seneng banget gitu. Soalnya Bogor ini ngasih banyak kenangan tersendiri bagi diri gue hahaha gayak banget. Bogor juga tempat kota kelahiran gue. Jadi selain kepengen banget ditempatin untuk PBL disana, gue juga rindu Bogor. Tapi takdir berkehendak lain. Gue nggak bisa PBL di RS PMI Bogor karena pada saat itu lagi ngelaksanain part time di Perusahaan Internasional Al-Qur'an. Jadi waktunya bentrok dan mengharuskan gue tes kesehatan di RS PMI Bogor, tapi apaboleh buat...

Rahasianya Peraturan Hidup

Pernah suatu hari, saya merasa diri ini terbebani dengan segala aktivitas. Penat, iya. Capek, pasti. Jenuh, udah suatu hal yang sering saya alami. Tapi saya nggak pernah buat coba ungkapin, paling juga ke orang-orang terdekat dan itu belum menyembuhkan seutuhnya apa yang saya rasakan. Kemudian, saya mencoba menyingkir dari orang banyak dan itu malah membuat diri saya semakin tertekan. Saya sempet berpikir, sebenernya apa sih yang saya rasakan? Menyebalkan. Alhasil, tak ada satupun yang bisa menyemangati diri saya, lalu tiba-tiba saya langsung teringat sesuatu. Nggak tau kenapa saya pingin banget ada waktu luang bersama-Nya. Saya coba shalat Isya setelah pulang kuliah. Setelah itu baca Al-Qur'an terus dzikir, dan benernya perasaan saya semacam lega karena saya pun nangis setelahnya.  Bagi umat muslim, Al-Qur'an itu udah tuntunan hidup paling bener kalau mau hidup selamat. Tapi sebagai manusia yang punya nafsu, kadang kita udah tau yang bener nya apa, tapi masih aj...

Bagian Terbaik

Jika ada seseorang datang menyapamu, mengenalimu, bahkan mencoba memasuki kehidupanmu atau lebih dari sekedar itu semua, cobalah cari bagian terbaik itu.  Jika belum juga kau temukan, coba kau lihat bagian mana yang bisa kau dapati bagian terbaik. Bisa jadi bagian terbaik itu adalah dari niat yang tulus meskipun dirimu tak pernah menyadari akan hal itu. Bisa jadi pula karena perjuangannya yang patut kau puji. Atau karena kesabaran luar biasa yang seharusnya bisa kau teladani, dan hal-hal kecil lainnya. Pernah ndak, kalian bertemu seseorang? Siapapun.  Baik itu saudara, teman-teman, bahkan orang asing sekalipun yang mencoba datang dan membuat hidupmu menjadi lebih berarti? Aku pernah. . . . Dari mereka semua, aku banyak belajar. 1. Dari mereka semua, aku belajar menghargai makna kesetiaan. 2. Dari mereka semua, aku belajar akan utuhnya menjaga perasaan. 3. Dari mereka semua pula, aku belajar banyak akan kehilangan. Bahkan, sampai...