Langsung ke konten utama

Postingan

PBL RSIJ Pondok Kopi (1)

Seneng rasanya, bisa nyempetin buat nulis lagi setelah beberapa bulan nggak sempet nulis ini itu, boro-boro banget. Apalagi main kan ya. Nggak deh, nggak ada waktu juga hehehe. Oke, kali ini gue akan sedikit berbagi pengalaman atau sharing tentang PBL di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Tapi sebelumnya gue mau cerita dulu kenapa bisa ditempatkan di RS ini. Jadi sebelum gue PBL di RS tersebut, gue emang sempet ditempatkan terlebih dahulu oleh dosen di RS PMI Bogor. Awal gue tahu ditempatkan di Bogor, seneng banget gitu. Soalnya Bogor ini ngasih banyak kenangan tersendiri bagi diri gue hahaha gayak banget. Bogor juga tempat kota kelahiran gue. Jadi selain kepengen banget ditempatin untuk PBL disana, gue juga rindu Bogor. Tapi takdir berkehendak lain. Gue nggak bisa PBL di RS PMI Bogor karena pada saat itu lagi ngelaksanain part time di Perusahaan Internasional Al-Qur'an. Jadi waktunya bentrok dan mengharuskan gue tes kesehatan di RS PMI Bogor, tapi apaboleh buat...

Bagaimana Buku Merubah Saya?

Kali ini aku mau mereview buku yang menarik dari Mari Andrew yang judulnya Am I There Yet . Aku beli di Paper Clip Cibubur, untuk harganya sendiri yaitu Rp 99.000. Buku ini berisikan perjalanan Mari Andrew bagaimana ia menjalani kehidupan di usia 20 tahunan. Untuk bukunya sendiri udah diterjemahin ke dalam bahasa Indonesia, tapi untuk gambarnya tetep bahasa Inggris karena murni dari si penulis. Bagi kamu yang masih ngerasa : "20 tahun gue ngapain aja sih harusnya?" "Kok gini gini aja ya?" "Ih dia udah sukses, tapi kok gue belum ya" Ketika kamu sering membandingkan dirimu dengan orang lain dan ngerasa insecure terhadap diri sendiri, rekomen banget untuk baca buku ini. Buku ini pas banget untuk dibaca menurut perspektif cewek dan yang lebih menariknya lagi karena di dalamnya dilengkapi art yang yang bikin kamu jadi enggak bosen bacanya. Mari Andrew sendiri adalah seorang writer, artist, dan speaker. Aku suka dengan ...

Bagian Terbaik

Jika ada seseorang datang menyapamu, mengenalimu, bahkan mencoba memasuki kehidupanmu atau lebih dari sekedar itu semua, cobalah cari bagian terbaik itu.  Jika belum juga kau temukan, coba kau lihat bagian mana yang bisa kau dapati bagian terbaik. Bisa jadi bagian terbaik itu adalah dari niat yang tulus meskipun dirimu tak pernah menyadari akan hal itu. Bisa jadi pula karena perjuangannya yang patut kau puji. Atau karena kesabaran luar biasa yang seharusnya bisa kau teladani, dan hal-hal kecil lainnya. Pernah ndak, kalian bertemu seseorang? Siapapun.  Baik itu saudara, teman-teman, bahkan orang asing sekalipun yang mencoba datang dan membuat hidupmu menjadi lebih berarti? Aku pernah. . . . Dari mereka semua, aku banyak belajar. 1. Dari mereka semua, aku belajar menghargai makna kesetiaan. 2. Dari mereka semua, aku belajar akan utuhnya menjaga perasaan. 3. Dari mereka semua pula, aku belajar banyak akan kehilangan. Bahkan, sampai...

Rahasianya Peraturan Hidup

Pernah suatu hari, saya merasa diri ini terbebani dengan segala aktivitas. Penat, iya. Capek, pasti. Jenuh, udah suatu hal yang sering saya alami. Tapi saya nggak pernah buat coba ungkapin, paling juga ke orang-orang terdekat dan itu belum menyembuhkan seutuhnya apa yang saya rasakan. Kemudian, saya mencoba menyingkir dari orang banyak dan itu malah membuat diri saya semakin tertekan. Saya sempet berpikir, sebenernya apa sih yang saya rasakan? Menyebalkan. Alhasil, tak ada satupun yang bisa menyemangati diri saya, lalu tiba-tiba saya langsung teringat sesuatu. Nggak tau kenapa saya pingin banget ada waktu luang bersama-Nya. Saya coba shalat Isya setelah pulang kuliah. Setelah itu baca Al-Qur'an terus dzikir, dan benernya perasaan saya semacam lega karena saya pun nangis setelahnya.  Bagi umat muslim, Al-Qur'an itu udah tuntunan hidup paling bener kalau mau hidup selamat. Tapi sebagai manusia yang punya nafsu, kadang kita udah tau yang bener nya apa, tapi masih aj...

Introvert Conversation

Picture From Google Sudah sebulanan, saya nggak menulis di blog dan rasanya kayak ada yang aneh semacam ngerasa tangan gatel nggak tahu kenapa tapi mau nulis juga harus mikir mau nulis apa kan hehe. Dan tiba-tiba, ide itu seketika muncul secara tiba-tiba. Jadi, saya langsung berinisiatif untuk menulis.  . . . Ketika saya kecil dulu, saya berpikir dan pernah merasa kalau diri saya berbeda dari anak-anak lain. Waktu kecil, saya sering mengamati orang, guru-guru, dan teman-teman saya. Saya takjub kenapa ada orang yang bisa asal ceplas-ceplos ngomong di depan umum atau banyak orang. Sampe saya sekolah, bicara di depan umum bukanlah perkara mudah untuk saya. Saya selalu pusing kalau terlalu lama di tengah keramaian orang. Itu kenapa, saya tidak menyukai pesta dan tidak tertarik dengan hal-hal berbau seperti itu. Dulu, saya juga kalau nerima telepon mendadak, otak saya semacem konslet, terputus koneksinya dan nggak bisa mikir. Makannya saya lebih suka komunikasi s...

Alasan Sebuah Senyuman

Lagi-lagi, saya mau berterima kasih kepada Allah saat ini. Saya senang melihat orang lain tersenyum, terlebih kamu sendiri yang menjadi alasannya :) Yang simple-simple aja sih. Seperti temen kampus yang berterima kasih ke kamu kalau kamu bisa ngebantuin mereka. Seperti mamahmu yang senang dengan kehadiranmu di rumah. Atau seperti anak kecil yang senang dengan cara kamu mengajak mereka bermain. Dan lainnya.  Percayalah, Bahwa semua yang telah diberikan-Nya bukanlah merupakan sesuatu yang kebetulan. Karena semuanya benar-benar telah tersusun rapih dalam skenario-Nya. Intinya, saya merasa senang dan bersyukur. Terima kasih ya, Allah. Saya dikelilingi orang-orang baik yang bisa membuat saya menjadi lebih baik :) 23.28.

Makna Kesederhanaan (Versi Pribadi)

Kali ini, saya ingin mencoba menulis tentang kesederhanaan tapi pakai versi sendiri. Sesuatu yang simpel namun nyatanya punya makna lebih.  Saya ini cukup dibilang kalau lagi nggak ada kerjaan ya bisa gabut banget, tapi kalau udah sibuk ya bisa sampai lupa waktu juga. Nah, kebetulan saya ini lagi nggak ada kerjaan a.k.a gabut, lalu seketika ada banyak pikiran di kepala saya yang melintas sampai akhirnya saya menulis. Saya suka senyum-senyum sendiri ngeliat orang lain yang bisa enjoy dengan kesederhanaannya. Entah dari segi fisiknya, tutur bahasanya, pergaulannya, atau lainnya. Menyenangkan. Bagi saya, barang yang kita pakai, makanan yang kita makan, rumah yang kita tinggali sehari-hari semuanya hanya titipan Tuhan. Jadi ya sudah, sederhana saja. Ndak usah neko-neko. Simpelnya gini, Teman mu punya jam tangan yang harganya 500 ribu, sedangkan kamu hanya punya jam tangan yang harganya 50 ribu. Tapi kita bisa liat sebenernya apa tujuan kita beli jam tangan terseb...

Capturing Art

Art atau seni. Entahlah, aku ini amat senang dengan warna-warni seni yang dipajang apalagi diabadikan. Kebetulan, awal bulan September 2018, aku dan teman SMA-ku mencoba hunting foto di sebuah tempat yang banyak artnya yaitu Galeri Nasional Jakarta. Nggak perlu aku jelasin, pasti kamu tau lah tempat ini. Disana, banyak banget karya dari seniman-seniman yang keren abis. Kerjaanku dan temanku selama di tempat itu yaa sekedar foto-foto aja tapi aku juga sempet ngamatin orang-orang sekitar. Mereka serius banget ngeliat gambarnya. Aku sih bingung, apasih yang diliatin sampe serius gitu wkwk.  Sebenernya, aku memang nggak terlalu ngerti tentang art detailnya itu seperti apa. Karena sejak kecil, aku hanya senang corat-coret sesuatu. Akhirnya mencoba gambar apapun yang aku senangi sampai akhirnya malah punya hobby tersendiri seperti ngegambar yang iseng-iseng, tapi punya tujuan tertentu yakni bisa bikin orang lain terhibur plus bermanfaat buat orang lain atas ka...

Ok.

Most people will not like some aspect of you. You won't like some aspect of them. This is a normal occurrence that happens between people. It happens to everyone, and it happens everyday. You are not for everybody. Everybody is not for you. Don't expect everyone you meet to enjoy your company or want to be around you. Also, when you meet these people, don't hold into them. Don't try to change their minds. Don't try to win them over by hiding or changing parts of yourself. It's normal that they don't want you. Not everyone will want you. If someone doesn't like you, the world will not end. Let them not like you. Be unlikable. It's okay. Decide that no one else's opinion will uplift you or deflate you. All that matters is what you think of you. It's okay to be unlikable. 18.12

Happy With Simple Things

Ceritanya, hari ini saya mau berterima kasih sama Allah yang udah memudahkan segala urusan. Setelah berminggu-minggu sempat disibukkan oleh berbagai macam deadline yang membuat saya sedikit jenuh karena hampir setiap hari mantengin laptop, and finally hari ini one step finished. Yay! Saya ingin kasih reward ke diri sendiri yang simpel-simpel aja tapi bikin bahagia hehe. Kali ini, saya mencoba "Me Time" bersama dengan cemilan-cemilan, eskrim, lalu nonton film favorit di youtube. Yang pertama, Lays dan temannya Taro.  Sebenernya ini bukan cemilan favorit sih, tapi emang kebetulan beli dan saya sukak. Langsung deh, makan sambil dengerin musik. Karena gemes, saya gambarin makanannya πŸ’™ Lays and Taro Snack Dilanjut, minumnya pakai Thai Ichi Tan. Awalnya saya nggak tau minuman ini, gara-gara liat dari twitter temen yang nulis caption tentang minuman ini, saya jadi kepo dan langsung beli. Alhasil, enak.  Bisa-bisa jadi minuman favorit ...

A Place That Never Sleeps

Ada satu tempat, dimana tempat tersebut jauh dari negara saya dan saya rasa tempat ini nggak pernah sepi. Pasti selalu ramai dikunjungi oleh manusia dan hampir dari seluruh negara terwakilkan untuk hadir disana. Yap, Tempat tersebut adalah Rumah Allah. Saya sering takjub melihat pusaran manusia yang berputar mengelilingi bangunan kotak besar bernama Ka'bah dan sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Sebenarnya, dari kecil saya sudah ingin sekali ke tempat ini, hanya saja Allah belum mengizinkan. Selain karena saya ini beragama Islam yang diwajibkan untuk datang kesini jikalau mampu, disamping itu saya juga ingin mengunjungi makam Rasulullah SAW. Saya bukan tipikal perempuan muslimah yang berpakaian lebar dengan kerudung panjang dan gamis, melainkan hanya perempuan biasa yang mempunyai keinginan sederhana ingin pergi mengunjungi rumah Allah yang sudah mengurus saya 24 jam non stop serta memberi rezeki kepada hamba-Nya dengan adil. Mungkin kalau saya kesampean ...

My PBL, My Adventure

Sudah seminggu ini, saya merindukan kegiatan PBL. PBL atau kepanjangan dari Praktik Belajar Lapangan merupakan salah satu mata kuliah semester 6 di UHAMKA. Dimulai dari pembagian kelompok. Sebenarnya kelompok ini dipilih oleh dosen, dan alhamdulillah nya dapet kelompok angka kesukaan yaitu 8. Yaa...meskipun apalah arti sebuah angka, tapi seneng aja gitu πŸ˜† Ditambah anak-anaknya seru, asik, lucu, tahan banting, humoris, bisa diajak kerja sama, dan juga sabar. Nggak nyangka kami semua dipersatukan hahaha. Dimulai dari ketua, seketaris, bendahara, sampai PJ-PJ lainnya. Pembagian tugas piket pun dibagi-bagi sama kita biar adil aja hehe. 1. Edo : sang ketua, sabar, penyayang penuh kasih sayang, katanya sih aleman, kang kentut, dan sangat tidak pendiam. 2. Resa : ahli mengepel lantai dan sangat patuh terhadap apa yang diperintahkan oleh temen-temen. 3. Ka diena : yang paling tua, suka motivasiin anak-anak, demennya ngebully icamey, dan sangat humoris meskipun tampan...